Monday, July 28, 2014

Apakah Silaturrahim Itu?

Sebelum merujuk ke masalah makna dari Silaturrahim itu sendiri, mari kita tinjau darimana asal kata silaturrahim ini terlebih dahulu karena ada perbedaan pengucapan dan penulisan yang menunjukkan perbedaan arti dari kata "Silaturrahim".
Secara tinjauan bahasa arab, kata “Silaturrahim” ditulis dengan [صِلَةُ الرَّحِمِ]. Jika kita beri harakat lengkap, cara membacanya: Silaturrahimi. Jika kita pecah, terdiri dari dua kata: silah, [arab: صِلَةُ] yang artinya hubungan dan rahim [arab: الرَّحِم] artinya rahim, tempat janin sebelum dilahirkan. Sehingga yang dimaksud silaturrahim adalah menjalin hubungan baik dengan kerabat, sanak, atau saudara yang masih memiliki hubungan rahim atau hubungan darah dengan kita.
Istilah silaturrahim di tengah-tengah masyarakat kita sering diartikan sebagai kegiatan kunjung-mengunjungi, saling bertegur sapa, saling menolong, dan saling berbuat kebaikan. Namun, sesungguhnya bukan itu makna silaturahim sesungguhnya. Silaturrahim bukan hanya ditandai dengan saling berbalasan salam tangan atau memohon maaf belaka. Silaturrahim juga bermakna menghubungkan mereka yang sebelumnya terputus hubungan atau interaksi, dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Dan juga silaturahim ditandai dengan hubungan dengan hati, yakni keluasan hati. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda,
"Yang disebut bersilaturrahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturrahim itu ialah menyambungkan apa yang telah putus".
(HR Bukhari)

Keutamaan Silaturrahim

Silaturahim merupakan salah satu kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. Dalam Alquran, Allah menegaskan,
“Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturrahim.". (QS. An-Nisa Ayat 1)
“Sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturrahim, dan shalatlah ketika manusia tidur (tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda,
“Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturrahim.”
Berdasarkan dalil-dalil diatas menunjukkan bahwa silaturrahim memiliki keutamaan dan keistimewaan, yaitu :
  • Pertama, dengan silaturrahim, kita bisa saling mengenal antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat Ayat 13). Dengan silaturrahim, kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.
  • Kedua, dengan silaturrahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat dibangun. Dengan silaturrahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.
  • Ketiga, dengan silaturrahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya.
  • Keempat, silaturrahim juga akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat. Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan dengan damai.
  • Kelima, dengan silaturrahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan ketika umat islam berkumpul dalam kasih sayang dan semangat kebersamaan. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari silaturrahim.
  • Keenam, dengan silaturrahim, akan banyak ilmu pengetahuan yang tersebar. Dengan demikian, akan banyak pula ilmu dan wawasan yang bisa diserap darinya. Dari sini diketahui bahwa silaturrahim menjadi media menumbuhkan wawasan persatuan dan kesatuan.

Keutamaan Lain dari Silaturrahim

Dalam sebuah hadis diungkapkan, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasul pada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan,
"Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturrahim" (HR Bukhari Muslim).
Di hadis lain diterangkan bahwa "Sesiapa yang ingin diluaskan rezekinya, dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia memanjangkan silaturrahim", dengan uraian sebagai berikut :
  1. Silaturrahim bermaksud menyambungkan tali persaudaraan atau kasih sayang, mengeratkan kembali rasa kecintaan serta menjaga keutuhan persaudaraan yang telah terbina terhadap saudara, kerabat, teman dan sebagainya.
  2. Membina dan mengeratkan silaturrahim adalah merupakan satu tugas dan tuntutan yang wajib di sisi Islam di mana Rasulullah s.a.w amat membenci golongan yang suka memutuskan hubungan persaudaraan sesama manusia sebagaimana sabda baginda yang maksudnya: Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan) hubungan dengan saudaranya melebihi tiga hari.
  3. Mewujudkan silaturrahim bukan sekadar membawa maksud menyambung kembali ikatan persaudaraan yang telah retak atau memulihkan semula ketegangan dalam perhubungan malah ia membawa erti yang lebih luas lagi iaitu membina kemesraan dan keakraban dengan sesiapa sahaja menerusi sifat saling membantu, bertolak ansur dan sebagainya.
  4. Biasanya puncak permasalahan dan gejala keretakan persaudaraan didahului dengan pertengkaran dan saling menjauhkan diri. Maka adalah menjadi kewajipan bagi seorang muslim yang lain mengajak saudaranya yang bertelagah itu ke jalan perdamaian sama ada dengan cara mendatangi, menyapa atau memberi salam serta diikuti dengan ucapan meminta maaf.
  5. Seseorang yang sedang berada dalam suasana tegang (perselisihan faham) hendaklah membanyakkan sabar dan bersikap terbuka serta mengalah untuk meminta maaf atau memaafkan orang lain. Jangan bersikap sombong dan angkuh serta menganggap diri sentiasa benar atau betul kerana inilah punca terjadinya keretakan hubungan yang berterusan. Sesungguhnya dosa sesama insan hanya boleh dimaafkan oleh manusia itu sendiri dan bukanlah boleh diampunkan oleh Allah S.W.T.

Terdapat Dosa Besar Bagi Pemutus Silaturrahim

Melihat, membaca dan memahami keutamaan dan keistimewaan silaturrahim pantaslah jika seseorang memutuskan silaturrahim akan mendapat dosa besar. Silaturrahim memiliki fadhilah yang mustajab untuk mendatangkan kebaikan, bahkan keburukan bila memutuskannya. Sebagaimana disabdakan oleh Rasul saw,
"Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? ‘Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,’ sabda Rasulullah SAW, ‘adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR Ibnu Majah).
Betapa pentingnya silaturrahim dalam hubungan sesama manusia, Rasulullah saw berpesan dalam sabdanya,
“Sayangilah apa yang ada di muka bumi, niscaya Allah dan semesta alam akan menyayangimu” (H.R Tirmidzi)

Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahim, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Semoga kita bisa meraih surga Nya dengan membina silaturahim antar sesama. Saya akhiri sekian, mohon maaf bila ada kesalahan. Salam Blogger Indonesia! :)

Seorang laki-laki yang tidak sempurna, namun ingin menyempurnakan orang lain, dan ingin selalu membahagiaan kepada teman, sahabat dan orang lain yang ia sayangi.

► Gunakanlah akun terdaftar untuk berkomentar.
► Berkomentarlah yang Relevan, Santun dan Bijaksana.
► Dilarang menggunakan (link) aktif / hidup!.
► Tambahkan satu spasi didepan kode emo dan gunakan kode emo standar untuk menyisipkan emo.

Khusus untuk membalas komentar, disarankan menggunakan tombol Balas di samping komentar terkait, agar komunikasi lebih terstruktur. Karena mungkin, apa yang Anda tanyakan/katakan saat ini akan sangat bermanfaat bagi pembaca lain.

Emo Emo
Batal