Saturday, December 6, 2014

Air Rebusan Mie Instant Ternyata Tidak Berbahaya

Assalamu'alaikum...

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menyinggung bab Mie Instant ini tentang bahayanya saat dikonsumsi bersama nasi, kali ini saya kembali menyinggung bab Mie Instant ini karena banyak di antara kita yang sering sekali mengkonsumsi makanan yang satu ini. Siapa sih yang belum pernah makan Mie? Hampir semua orang pernah memakan Mie termasuk saya dan mungkin Anda juga, baik itu yang produk instant maupun yang tidak. Maka dari itu, tidak bosan-bosanna saya membahas makanan yang satu ini. Kali ini berkaitan dengan air rebusan Mie Instan yang "Katanya" mengandung zat "Lilin" dan berbahaya bagi kesehatan, benarkah demikian?
Banyak orang percaya, mi instan mengandung lapisan lilin yang berbahaya bagi kesehatan. Dugaan sejumlah orang, lilin digunakan untuk membuat mi instan tahan lama. Hal ini pula yang menyebabkan beberapa orang selalu membuang air rebusan mi instan pertama untuk menghindari bahaya lilin. Benarkah hal tersebut?
Nutrition and Health Science manager dari Nutrifood Research Center, Astri Kurniati S.T MAppSc menanggapi hal tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan penggunaan lilin dalam mi instan dalam proses produksi.
"Mi instan mengandung lilin itu mitos. Kami melihat, dalam proses produksi nggak ada bahan lilin. Adonan yang dibuat seperti terigu, telur dan sebagainya dicetak kemudian digoreng sampai kering. Kenapa digoreng? Itulah yang membuat mi bisa tahan lama hingga berbulan-bulan," kata Astri saat ditemui dalam acara peluncuran buku 101 Mitos Kesehatan di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2014).
Sedangkan air yang keruh setelah merebus mi instan, kata Astri, itu disebabkan oleh pelepasan sebagian pati dan lemak dari proses menggoreng mi. Inilah yang membuat mi instan kaya lemak jenuh sehingga tidak baik dikonsumsi berlebihan.
Yang menarik, dalam buku 101 Mitos Kesehatan disebutkan cara mengonsumsi mi instan agar menjadi lebih sehat.
  • Pertama, kurangi penggunaan bumbu mi untuk mengurangi asupan garam harian
  • Kedua, konsumsi mi instan dengan banyak sayuran seperti sawi atau bayam.
  • Ketiga, padankan mi instan dengan protein seperti telur. Selebihnya, pilih mi instan yang di-oven (air dried), bukan digoreng.
Apakah Anda juga termasuk orang yang sering mengkonsumsi Mie Instant yang juga membuang air rebusan mie-nya? Setelah mengetahui hal ini, Bagaimana dengan pendapat Anda?
Mungkin hanya itu info yang dapat saya sampaikan kali ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk Anda. Bila ada kesalahan baik dalam penulisan atau yang lainnya saya mohon maaf yang setulus-tulusnya. Terimakasih sudah setia membaca blog sederhana ini dan Salam Blogger Indonesia! :)

Sumber : http://health.liputan6.com/read/2142380/air-rebusan-mi-instan-tak-berbahaya

Wassalamu'alaikum...

Seorang laki-laki yang tidak sempurna, namun ingin menyempurnakan orang lain, dan ingin selalu membahagiaan kepada teman, sahabat dan orang lain yang ia sayangi.

11 komentar

lalu apanya gan yang berbahaya? mau tau bagaimana saya menghasilkan dollar dari blog kesayangan saya kunjungi http://goo.gl/NAKbwd untuk mendapatkan informasi cara mendapatkan uang dari blog dan internet

Yang berbahaya adalah kandungan lemak jenuh yang ada di dalam air rebusan mie... Lalu bumbu penyedap mie yang terlalu sering dikonsumsi juga berbahaya bagi kesehatan...

Kata dokter keluarga gue berbahaya sob

thanks infonya sob,, sangat bermanfaat sekali bagi saya.. :)

kalau ada waktu,,kunjung balik blog baru saya ya sob >> tutorialblogwiky.blogspot.com (^_^)

terima kasihh..

paling suka kalo bahas soal mie rebus... hehehe #keroncongan

mantep mas tips makan mi yang sehat, karena mie termasuk favorite food :)

blogwalking ya mas buatusah.eu

beneran gak bahaya karna banyak yang bilang bahaya

Enggak masbro... baca dulu artikelnya diatas sebelum berkomentar... :)

► Gunakanlah akun terdaftar untuk berkomentar.
► Berkomentarlah yang Relevan, Santun dan Bijaksana.
► Dilarang menggunakan (link) aktif / hidup!.
► Tambahkan satu spasi didepan kode emo dan gunakan kode emo standar untuk menyisipkan emo.

Khusus untuk membalas komentar, disarankan menggunakan tombol Balas di samping komentar terkait, agar komunikasi lebih terstruktur. Karena mungkin, apa yang Anda tanyakan/katakan saat ini akan sangat bermanfaat bagi pembaca lain.

Emo Emo
Batal